Posted by: Tommy Jenie | November 7, 2012

LEGO National MOC Building Competition “Indonesia Ku”

Pertama liat iklan MOC Building Competition di website Bricks Indonesia langsung semangat untuk bikin MOC dengan tema Indonesia. Dimulai dengan browsing gambar bangunan tema Indonesia, pertama kepikir mau bikin Monas tapi kayaknya itu hanya ciri khas Jakarta dan terlalu mudah. Kemudian saya lanjut cari gambari bangunan rumah yang sangat berkesan Indonesia, akhirnya jatuh cinta sama rumah Gadang dan kebetulan juga saya berasal dari Padang.

Design dimulai dengan memakai aplikasi LEGO Digital Designer (LDD). Setelah beberapa jam, kutak kutik ternyata bangunannya dengan skala yang benar sangat sulit untuk bisa pas di papan LEGO yang diwajibkan untuk kompetisi MOC yaitu hanya berukuran Baseplate 32×32. Dan saya memutuskan untuk cari bangunan rumah lain yang bisa cocok dengan baseplate yang diwajibkan.

My 1st Draft for Indonesia MOC Building Competition

Setelah 3 hari browsing saya memutuskan untuk membuat bangunan khas Jawa yaitu rumah Joglo yang cukup dikenal oleh orang Indonesia dan juga di luar negri. Balik lagi ke LDD, design dimulai dari yang paling gampang, tangga depan dengan tingkat kesulitan rendah yaitu memberikan efek bata yang timbul ditambah dengan lantai yang agak masuk ke dinding. Solusi adalah dengan memakai Angular Brick 1×1, Brick 2×4, dan Tile 1×4. Detail bisa dilihat di gambar dibawah ini.

Efek dinding bata yang timbul ke depan menyatu dengan tangga.

Setelah menyelesaikan efek bata dan tangga, muncul tantangan berikut yaitu membuat plate 4×3 diatas plate 2×2. Plate 4×3 bukan standard LEGO bricks, oleh karena itu harus di temukan cara untuk bisa membuat plate 4×3 tersebut nyambung dengan plate 2×2. 1 jam mikir untuk cari caranya, ternyata cukup mudah dengan menggunakan Plate 1×2, Tile 1×2, Tile 2×2, Corner Plate 1x2x2, Plate 1×2 w Knob, Tile 1×3 dan Plate 2×3.

Ikutin langkahnya dari kiri ke kanan. Tumpuk secara berurutan.

Untuk warna bangunannya saya menggunakan warna Reddish Brown yang mirip dengan warna kayu. Tiangnya saya menggunakan Plate 2×2, Glass Case, Plate 1×1 Round dan Brick 1×1 terus sampai ke atap. Dan tentu saja semuanya pake warna Reddish Brown. Yang sulit adalah menemukan Glass Case dengan warna Reddish Brown karena brick dengan warna ini termasuk barang langka, dan untungnya ada di bricklink.

Glass Case Reddish Brown, cukup langka tapi bisa ditemuin di Bricklink.

Udah 5 hari ngerjain pake LDD, akhirnya tiba di trik yang cukup menantang, bagian atap rumah Joglo yang miring. Cukup lama untuk menemukan triknya, yaitu dengan menggunakan Plate 1×2 W/Holder, Vertical dan Plate 1×2 W, Stick. Pasang dengan atapnya, kemudian dimiringkan dengan derajat kemiringan tertentu supaya bisa pas menutup atap.

Coba terus untuk bisa dapat kemiringan yang tepat.

Setelah 6 hari lebih dengan segala macam perubahan, rombak sana sini, ganti warna, coba trik lain, akhirnya selesai design rumah Joglo dan saya cukup puas dengan hasilnya.

Hasil jerih payah 6 hari lebih

Langkah berikutnya adalah membuat daftar brick yang harus dibeli di Bricklink. Untuk ini saya menggunakan aplikasi LDD Manager, aplikasi kecil memakai Microsoft Access (bisa di download di sini). Aplikasi ini sangat bagus dan sangat membantu untuk membuat list part yang diperlukan, dan bisa juga langsung digenerate ke Excel format atau langsung copy ke website bricklink dan beli partnya. Total brick yang diperlukan untuk bangunan ini adalah 2260 bricks, awesome🙂

Kebetulan setelah selesai design bangunan ini saya ada perjalanan liburan ke Hongkong, dan saya memutuskan untuk mencari brick part yang di perlukan di Hongkong karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di Bricklink. Berbekal list yang di generate dengan LDD Manager, saya berangkat ke Hongkong, berburu brick dan tentu saja LEGO collection yang langka.

Pulang dari Hongkong 2 hari sesudahnya di hari Sabtu saya mulai untuk membuat rumah Joglo ini.

Pake minifigs dari seri Friends untuk lebih hidup MOC nya.

Bangunan jadi, di foto, siap untuk kirim email ke Bricks Indonesia untuk National MOC Building Competition “Indonesia Ku”. Plus ditambah bon pembelian produk LEGO senilai 500ribu, kabar buruknya adalah saya beli dua kali karena pembelian produk LEGO pertama bonnya hilang makanya harus beli lagi supaya bisa ikut kompetisi ini. Semua sudah siap dan kirim, done… menunggu hasil pengumuman pemenang.

Setelah kurang lebih 1 bulan menunggu keputusan pemenang, keluar berita yang mengagetkan, kompetisi dibatalkan karena jumlah MOC yang masuk ke panitia kurang memadai. Saya cukup kecewa mengingat jerih payah yang dilakukan sangat banyak untuk bisa mengikuti kompetisi ini. Tapi yah keputusan sudah di buat, at least hasil MOC saya menjadi tambahan koleksi MOC yang sudah saya buat dengan tema khas Indonesia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories